Ceritanya begini. Seorang petugas yang lagi patroli di area sawah SAE, tiba-tiba mencium gelagat nggak beres. Ada orang tak dikenal (OTK) nyelonong ke area persawahan dekat tembok luar lapas. Belum sempat ditanya “mau ngapain, bang?”, eh si OTK langsung beraksi, cling!, melempar benda mencurigakan ke dalam lapas.
Petugas? Nggak pakai lama. Langsung gerak cepat, ngejar si ninja eh pelaku. Sayangnya, si pelaku lari sangat kencang, kayak dikejar utang, dan berhasil menghilang. Tapi tenang, “oleh-oleh” yang dilempar nggak ikut kabur.
Tim pengamanan Lapas Karawang langsung gerak cepat. Area blok hunian sampai brandgang disisir habis. Hasilnya? Ketemu satu paket misterius dibungkus plastik hitam.
Pas dibongkar, isinya: 2 klip besar dan 10 klip kecil diduga sabu, 3 klip tembakau sintetis, 5 pivet, plus 1 plastik klip kosong, diduga siap dipakai buat “packing” edisi berikutnya.
Barang bukti langsung diamankan. Lapas Karawang juga tancap gas koordinasi sama Satresnarkoba Polres Karawang buat penanganan lebih lanjut. Kasusnya akan dikembangkan, si pelempar misterius masih diburu.
Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo, bilang kejadian ini jadi bukti kalau pengamanan di lapas nggak main-main. Mau pakai modus apapun, lempar dari luar, nyelip sana-sini, peluang tembus makin tipis.
“Masuknya narkotika ke Lapas Karawang itu susah. Makanya mereka pakai berbagai cara. Tapi kami pastikan petugas tetap siaga, nggak kasih celah sedikit pun,” tegas Ma’ruf.
Ia juga menegaskan, penggagalan ini bukan kebetulan. Ini bagian dari gerakan serius berantas narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Dengan pengawasan ketat, deteksi dini, dan kerja bareng aparat, Lapas Karawang pasang target: zero narkoba, no kompromi.***
