BRISIX.ID - Kemarin sempat heboh. Seorang pelajar 15 tahun berinisial AF ditemukan tewas mengenaskan di bantaran Sungai Citarum, wilayah Batujaya, Kabupaten Karawang. Awalnya banyak yang ngira ini ada kaitan sama geng-gengan atau rivalitas liga. Tapi faktanya? Jauh banget, bro! Ini murni aksi keji bermodus “butuh motor, nyawa taruhannya”.
Pelakunya? Bukan orang asing. Bukan pula musuh bebuyutan. Tapi… temannya sendiri! FA (17), yang notabene masih satu lingkar pertemanan. Doi tega menghabisi nyawa korban demi satu unit motor...dih...sadisnya nggak pake rem.
Kapolres Karawang, Fiki N. Ardiansyah, memastikan motifnya simpel tapi ngeri: ekonomi. “Pelaku ingin menguasai motor korban karena kendaraannya rusak,” ungkapnya tegas, saat gelar junpres di Mapolres Karawang, Kamis 14 Mei 2026.
Dari Hoodie ke Horor
Ceritanya dimulai dari hal yang kelihatannya receh: janjian beli hoodie, Minggu siang (10 Mei 2026). Korban jemput pelaku, jalan santai cari jaket. Tapi dua toko tutup, dan di sinilah arah cerita mulai belok ke jalan gelap.
Pelaku ngajak korban ke bantaran Sungai Citarum di Desa Baktijaya, tempat yang sepi, jauh dari keramaian. Di lokasi itu, sekitar pukul 14.30 WIB, FA langsung tancap gas menjalankan niat jahatnya.
Korban dipiting dari belakang. Nggak cukup sampai di situ, pelaku ngeluarin pisau dapur yang ternyata udah disiapin. Tanpa basa-basi, leher korban disayat, lalu tubuhnya ditusuk berkali-kali. Brutal. Tanpa ampun. Korban tewas di tempat.
Habis Bunuh, Langsung Jualan
Bukannya panik atau nyerah, pelaku malah lanjut “misi berikutnya”: nguras barang korban. Motor dan ponsel digasak, lalu diserahkan ke rekannya, YS, buat dijual.
Pelat nomor motor dicopot biar nggak gampang dilacak. Motor itu akhirnya dilego lewat perantara berinisial ES (yang sekarang masih kabur) ke seorang pembeli berinisial S dengan harga Rp4,2 juta. Murah banget, tapi harganya dibayar pakai nyawa.
Setelah itu? Pelaku pulang ke rumah. Santai. Kayak habis nongkrong biasa. Ngeri nggak tuh?
Tiga Hari Buron, Langsung Tersungkur
Gerak cepat polisi patut diacungi jempol. Tim gabungan Satgas PPA dan Resmob Polres Karawang cuma butuh tiga hari buat ngunci pelaku.
FA akhirnya dibekuk di wilayah Batujaya, Rabu pagi 13 Mei 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Sejumlah barang bukti ikut diamankan, mulai dari ponsel korban, pakaian pelaku saat kejadian, hingga barang pribadi lainnya.
Hukuman Nggak Main-main
Atas aksi brutalnya, FA dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya? hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun bui.
Polisi juga masih memburu ES yang diduga ikut terlibat dalam rantai penjualan motor korban.
Kasus ini ngasih pelajaran: kadang yang paling berbahaya bukan orang jauh, tapi justru yang duduk di samping kita. Jadi, kalau ada yang ngajak “ngopi santai” ke tempat sepi… mending mikir dua kali, bro. ***
