Lewat inovasi baru ini, proses penjaminan korban kecelakaan yang terjadi saat berangkat kerja, pulang kerja, atau dalam aktivitas pekerjaan kini bakal jauh lebih cepat, praktis, dan minim ribet administrasi.
Peluncuran integrasi aplikasi tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat bersama Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin di RS Primaya Karawang, Senin 25 Mei 2026.
Klaim Makin Ngebut, Rumah Sakit Tak Lagi Pusing Administrasi
Lewat sistem yang sudah saling terkoneksi, proses Coordination of Benefit (CoB) atau koordinasi penjaminan antara BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja kini bisa dilakukan otomatis dan lebih efisien.
Artinya, peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas dalam hubungan kerja bisa mendapatkan kepastian layanan lebih cepat tanpa harus dipusingkan urusan birokrasi berlapis.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyebut kolaborasi ini jadi bagian dari strategi “3C”, khususnya aspek Care, yakni menghadirkan perlindungan tanpa sekat bagi pekerja.
“Kami ingin memastikan pekerja mendapatkan perlindungan secara seamless melalui kemudahan pertukaran data dan informasi. Coordination of Benefit jadi lebih cepat dan lebih baik. Ini bukti negara hadir melindungi pekerja Indonesia,” ujar Saiful.
Menurutnya, perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bukan cuma berlaku saat pekerja berada di kantor atau lokasi kerja.
“Sejak pekerja berangkat kerja sampai kembali ke rumah, perlindungan tetap berjalan. Karena itu sinergi dengan Jasa Raharja menjadi sangat penting,” tambahnya.
Fakta Mengejutkan: 87 Ribu Kecelakaan Kerja Terjadi di Jalan Raya
Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok serius bagi pekerja Indonesia. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 318 ribu kasus kecelakaan kerja. Yang bikin miris, sekitar 28 persen atau lebih dari 87 ribu kasus terjadi di jalan raya.
Mayoritas insiden terjadi saat pekerja: berangkat kerja, pulang kerja, atau menjalankan aktivitas pekerjaan menggunakan kendaraan.
Kondisi itu membuat penguatan layanan digital sekaligus edukasi keselamatan berkendara dianggap makin mendesak.
Negara Hadir, Layanan Dibikin Serba Praktis
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan integrasi ini menjadi bentuk nyata kolaborasi negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat dan pekerja.
“Layanan akan menjadi lebih cepat, tepat, presisi, dan akurat. Integrasi ini juga memperkuat ekosistem Sistem Jaminan Sosial Nasional agar makin seamless dan terkoordinasi,” katanya.
Ia memastikan kerja sama ini tak berhenti di peluncuran aplikasi saja. Ke depan, inovasi layanan bakal terus dikembangkan agar akses perlindungan sosial makin gampang dijangkau masyarakat.
1.624 Rumah Sakit dan PLKK Sudah Terkoneksi
Dengan diluncurkannya sistem baru ini, sebanyak 1.624 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja kini sudah bisa mengakses aplikasi terintegrasi tersebut.
Integrasi ini diyakini bakal memangkas proses administrasi, mempercepat penjaminan, sekaligus meningkatkan transparansi layanan di fasilitas kesehatan.
Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien, ikut memberikan apresiasi atas sinergi dua lembaga tersebut.
“Kami sangat mendukung integrasi sistem ini karena akan membuat layanan menjadi lebih baik dan efisien ke depannya,” ujarnya.
Bukan Cuma Urus Korban, Tapi Juga Cegah Kecelakaan
Peluncuran aplikasi juga dibarengi edukasi dan kampanye safety riding untuk para pekerja. Langkah ini jadi bagian dari upaya promotif dan preventif agar angka kecelakaan kerja di jalan raya bisa ditekan.
Saiful menegaskan, perlindungan pekerja tidak boleh hanya fokus pada penanganan setelah kecelakaan terjadi.
“Kami juga rutin melakukan edukasi safety riding agar pekerja lebih aman saat berkendara. Pencegahan sama pentingnya dengan penanganan,” tegasnya.
Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja berkomitmen terus memperkuat transformasi digital dan kolaborasi layanan agar sistem perlindungan pekerja di Indonesia makin cepat, modern, dan benar-benar terasa manfaatnya.***

