Kirab Mahkota Binokasih Siap Mengguncang Karawang, Bupati Aep Ajak Warga Turun ke Jalan




BRISIX.ID — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, tak mau setengah-setengah. Ia turun langsung menggerakkan warga agar meramaikan Kirab Tapak Tilas Pajajaran Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026.

Ajakan itu disampaikan lewat video di TikTok pribadinya. Pesannya jelas: warga Karawang diminta hadir dan jadi bagian dari momen budaya besar yang bakal digelar Sabtu, 9 Mei 2026, mulai pukul 19.30 WIB.

Kirab ini bukan sekadar pawai. Mengusung tema “Subang Larang Nebar Kaheman”, acara ini membawa pesan kuat: pelestarian budaya Sunda dan penguatan kebersamaan di tengah arus modernisasi.

“Wargi Karawang, mari kita ramaikan dan meriahkan kirab budaya ini sebagai warisan leluhur,” tegas Aep.

Rute kirab sudah disiapkan. Start dari Jalan Ir. H. Juanda (depan Stasiun Karawang), lalu bergerak melewati Jalan Arif Rahman Hakim dan finis di kawasan Alun-Alun Karawang. Sepanjang jalur, warga akan disuguhi parade budaya yang melibatkan seniman lokal hingga perwakilan dari 26 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Dipastikan, atmosfer Karawang malam itu bakal berubah total: penuh warna, penuh suara, dan penuh energi budaya.

Aep menegaskan, kirab ini bukan cuma tontonan. Ini adalah ruang silaturahmi, hiburan rakyat, sekaligus panggung untuk memperkenalkan kekayaan seni dan kearifan lokal Sunda.

Di tengah sorotan, kehadiran Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, simbol kejayaan Kerajaan Sunda, jadi magnet utama yang tak boleh dilewatkan.

Namun, di balik kemeriahan, ada konsekuensi yang harus diantisipasi. Pemkab Karawang memastikan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Sejumlah ruas utama bakal padat.

Warga diimbau menghindari jalur kirab dan beralih ke rute alternatif seperti Jalan Raya Interchange dan Jalan Raya Wirasaba untuk menghindari kemacetan.

Aep pun meminta dukungan penuh masyarakat agar acara berjalan aman dan lancar.

“Ini momentum budaya kita. Mari kita jaga bersama, kita rayakan bersama,” tandasnya.

Satu hal pasti: Sabtu malam nanti, Karawang bukan cuma ramai, tapi berdenyut oleh sejarah dan kebanggaan budaya Sunda.***


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama